Tradisi Gotong Royong Buat Rumah

BANTU AMPAR – Salah satu kebiasaan yang diwariskan oleh tetua desa kami dahulu adalah gotong royong membuat pondok/rumah, Alhamdulillah sampai hari ini kebiasaan ini tetap dapat kami pertahankan.

Minggu 3 November 2019, Sukandi salah satu warga Desa Batu Ampar menyambangi Kepala Dusun dan Kepala Desa member tahu bahwa hari itu dia akan mendirikan rumahnya, semua bahan dari bambu dan potongan kayu yang diperlukan sudah dia kumpulkan selama sebulan. Kemudian meminta kepada aparat desa mengajak warga lainnya untuk bergotong royong mendirikannya.

Alhamdulillah dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sesama, pada hari tersebut pelaksanaan Pembuatan rumah dapat dilaksanakan, tidak kurang dari 30 orang laki-laki dan perempuan berkumpul dan bersama mendirikan rumah Sukandi, perempuan bergegas membantu istri Sukandi memasak untuk keperluan makan oran yang bekerja.

Tradisi ini tetap berjalan di tengah masyarakat desa Batu Ampar, namun kalau rumah yang dibangun dengan permanen atau semi permanen, maka istilahnya diganti dengan Tegak Bubung. Karena untuk pekerjaan besarnya biasanya pemilik sudah menyewa tukang. Sehingga gotong royongnya dilakukan pada saat tegak bubung rumah saja.

Untuk rumah yang sederhana dengan bahan bambu dan kayu biasanya dilakukan secara gotong royong dan dapat dipastikan orang tersebut belum memiliki tempat tinggal, kata ketua BPD Sinardin disela-sela kegiatan royong.