Upaya Lestarikan Kerajinan Anyaman Bambu Batu Ampar

BATU AMPAR – Pemerintah Desa Batu Ampar berupaya untuk melakukan pelestarian kerajinan anyaman bambu dengan menghimpun beberapa orang warga desa yang memiliki keahlian menganyam, hal ini berangkat dari kekhawatiran akan hilangnya potensi kerajinan anyaman seiring dengan berkurangnya warga yang memiliki keahlian menganyam.

Kepala Desa Harwan Iskandar menyampaikan bahwa, pertama menjaga kelestarian anyaman bambu harus segera dilakukan sebelum para orang tua desa yang memiliki kemampuan anyaman habis karena usian yang semakin tua dan meninggal, kedua untuk melakukan upaya pengelolaan terhadap potensi bambu desa sebagai sumber perekonomian masyarakat. upaya pelestarian tersebut dengan mendorong kelompok muda untuk mau belajar kerajinan anyaman dan melakukan pendokumentasian.

Disisi lain upaya membangun semangat warga untuk mau terlibat dalam pelestarian terhadap kerajinan anyaman bambu tersebut dengan melibatkan beberapa jaringan sebagai mediator terhadap kebutuhan beberapa produk anyaman di pasar seperti Dedek Hendri dari Perkumpulan Live, Sastro dari WCC, dan teman teman dari Aliansi Jurnalis Independen ( AJI ).

Saat ini hanya tersisa beberapa warga desa yang memiliki keahlian menganyam dengan usia di atas 60 tahun diantaranya, Masita, Tauna, Nurhayati, Hatina, Walina, Jaharia, Haima, Pina, Umar Usman dan Sia.