Nominator 7 Besar Nasional Desa Pangan Aman Batu Ampar Diverifikasi

BATU AMPAR – Berawal dari inervensi Balai Pengawas Obat dan Makanan Bengkulu tahun 2020 melalui Program Gerakan Keamanan Pangan Desa, Desa Batu Ampar Kecamatan Merigi Kabupaten Kepahiang terpilih sebagai nominator 7 besar lomba Desa Pangan Aman Nasional mewakili Provinsi Bengkulu tahun 2021.

Perlombaan Desa Pangan Aman Nasional diikuti oleh 34 provinsi di Indonesia dan Provinsi Bengkulu menetapkan Desa Batu Ampar sebagai utusan lomba, setelah dilakukan verivikasi tahap awal terhadap dokumen oleh tim juri nasional Desa Batu Ampar berhasil masuk sebagai nominator 7 besar.

Terhadap 7 nominator yang telah ditetapkan oleh tim juri nasional dilakukan verifikasi faktual/lapangan untuk melihat kesesuaian antara dokumen proposal dan kondisi real lapanagan.

Hari ini (08 Juni 2021) dilaksanakan Verifikasi terhadap Desa Batu Ampar oleh tim verifikator yang di pimpin oleh Anita Nur Aini, S.Si, Apt, M.Si serta perwakilan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Utari R.

Verifikasi dimulai dengan acara pembukaan di Balai Desa Batu Ampar yang dihadiri oleh Kepala Balai POM Bengkulu Drs. Syafrudin T, Apt, M.Si, Bupati Kepahiang Dr. Ir. Hidayattullah Sjahid, MM, IPU, Kepala Loka POM Rejang Lebong Drs. Sasra, Apt, M.Si, Camat Merigi Aji Abdullah.

Kepala Balai POM Bengkulu Drs. Syafrudin T, Apt, M.Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa masuknya Desa Batu Ampar sebagai nominator 7 besar nasional merupakan indikator keberhasilan terhadap intervensi yang dilakukan BPOM Bengkulu selama melakukan intervensi dan harapannya Batu Ampar dapat menjadi pemenang dalam perlombaan ini, jangka panjangnya adalah bagaimana desa dapat terus berkelanjutan meningkatkan gerakan pangan aman ini untuk mewujudkan masyarakat sehat.

Bupati Kepahiang Dr. Ir. Hidayattullah Sjahid, MM, IPU menyampaikan memberikan apresiasi yang tinggi kepada Desa Batu Ampar atas keberhasilannya menjadi nominator 7 besar nasional mewakili Provinsi Bengkulu untuk Lomba Desa Pangan Aman ini, juga mengucapkan terimakasih kepada BPOM Bengkulu yang telah melakukan intervensi kepada desa untuk memberikan edukasi dan pemberdayaan terhadap masyarakat desa dalam melakukan pengelolaan pangan aman sehingga aman untuk dikonsumsi, Desa Batu Ampar merupakan salah satu desa yang sedang bergerak terus untuk menuju desa wisata dengan konsep ekowisata. Salah satu upaya yang dikembangkan dalam menunjang desa wisata dengan memunculkan kunliner lokal khas seperti peyek daun kopi, stick unji stick rebung dan lainnya sehingga ini penting untuk dijaga standar sehatnya baik dari bahan maupun pengelolaannya sehingga aman bagi konsumen.

Harapan saya Desa Batu Ampar dapat menjadi pemenang pada lomba ini dan menjadi pemicu bagi desa-desa lain di Kepahiang untuk bergerak berinovasi untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat tegas Bupati.

verifikasi diawali dengan memverifikasi dokumen asli di kantor desa terhadap Pemerintah Desa, Tim Keamanan Pangan Desa, Kader Kesehatan dari Dinas Kesehatan, Perwakilan dari Dinas PMD dan Kader Gerakan Keamanan Pangan Desa, setelah verifikasi dokumen dilanjutkan dengan melakukan verivikasi terhadap produk olahan yang memiliki IRTP, Ritel, kantin sekolah, rumah tangga, penjual makanan olahan.

Kepala Desa Batu Ampar Harwan Iskandar disela verifikasi mennyampaikan ucapan terimakasih kepada BPOM Bengkulu yang telah melakukan intervensi terhadap Desa Batu Ampar sehingga kami memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang pangan yang aman untuk dikonsum, baik untuk konsumsi sendiri maupun berbagai produk yang ada di desa untuk di jual kepada banyak orang, serta terimakasih kepada Pemerintah Daerah dan BPOM yang telah memberikan dukungan terhadap desa sehingga kami bisa masuk nominasi nasional mewakili Provinsi Bengkulu.

Melalui intervensi BPOM Bengkulu dan dukungan Pemerintah Daerah setidaknya kami memiliki pengetahuan untuk mewujudkan pangan aman serta beberapa produk desa melalui intervensi ini telah diterbitkan 6 IRTP dan 4 IRTP baru yang dilakukan secara mandiri, harapannya kedepan Desa Batu Ampar dapat terus mengembangkan produk-produk desa untuk menambah pendapatan keluarga dan menunjang program desa terkait wisata.