Gubernur Bengkulu Belanja Di Rumah Produksi Batu Ampar

BATU AMPAR – Rumah Produksi Batu Ampar sebagai etalase berbagai produk masyarakat desa seperti kuliner dan kerajinan. Semua produk yang ditampilkan merupakan hasil karya masyarakat desa yang berbasis potensi lokal, seperti peyek daun kopi, stick unji, stick rebung, gula aren dan kopi bubuk. Beragam hasil kerajinan seperti bakul, tampa, cangkir bambu, nampan bambu, pipet bambu, gagang cangkul, centong kayu dan lainnya juga di pajang.

Pada kamis 26 Agustus lalu Rumah Produksi Batu Ampar dikunjungi Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah yang di dampingi oleh beberapa kepala OPD Provinsi Bengkulu, sebagai rangkaian kegiatan wisata satu hari di Batu Ampar. Dalam paket kegiatan pengunjung Rumah Produksi merupakan salah satu tujuan untuk melihat antraksi pembuatan kuliner desa dan melihat berbagai produk desa lainnya.

Untuk memasarkan berbagai produk desa yang terdapat di Rumah Produksi selain berbelanja langsung, Pemerintah Desa telah membuat fasilitas toko online sebagai alternative untuk melakukan pemasaran dengan alamat https://toko.batuampar.id yang diharapkan dapat mempermudah akses setiap orang yang ingin mengunjungi Rumah Produksi.

Rohidin Mersyah memberikan apresiasi kepada masyarakat Desa Batu Ampar yang telah berusaha maksimal untuk mengelola berbagai potensi yang dimiliki untuk dikembangkan menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi. Lebih dari itu dalam hal pemasaran mereka telah memanfaatkan e-commerce atau pemasaran digital dengan memanfaatkan fasilitas digital yang tersedia.

Pada kunjungan di Rumah Produksi Batu Ampar Gubernur Bengkulu membeli berbagai Produk seperti peyek daun kopi, stick unji, stick rebung, kopi bubuk, gula aren dan lainnya. “Kalo berkunjung ke desa kita harus beli produk desa, kitalah yang harus memulai baru orang lain akan ikut” tegasnya.

Kepala Desa Batu Ampar Harwan Iskandar menjelaskan bahwa, Rumah Produksi merupakan upaya untuk memfasilitasi masyarakat dengan pembeli dengan berbagai produk yang dimiliki baik secara langsung ataupun dengan fasilitas online. Namun upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Desa memerlukan dukungan banyak pihak untuk melakukan percepatan baik Pemerintah Daerah Kabupaten, Provinsi dan pihak lainnya.