Peyek Dauk Kopi, Masyarakat Desa Batu Ampar Olah Daun Kopi Jadi Kuliner Khas

BATU AMPAR – Masyarakat Desa Batu Ampar olah daun kopi menjadi peyek sebagai kuliner khas desa dengan memanfaatkan daun tunas kopi yang biasanya dibuang karena terlalu banyak. Desa Batu Ampar memiliki 291 hektar perkebunan kopi yang selama ini hanya menunggu buah untuk dipanen.

Gagasan membuat daun kopi menjadi peyek sebagai makanan khas dari Desa dicetuskan oleh Kepala Desa Batu Ampar Harwan Iskandar pada saat akan melaksanakan perlombaan masak peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 tahun 2019 lalu.

Harwan mengatakan silahkan mengadakan perlombaan masak dengan syarat seluruh masakan yang dilombakan harus berbahan dasar dari potensi yang dimiliki oleh desa, misalnya menjadikan daun kopi sebagai salah satu kreasi makanan diolah menjadi peyek, “kalau daun bayam bisa kenapa daun kopi tidak bisa jelasnya”.

Dari kegiatan perlombaan tersebut muncul berbagai macam menu makanan olahan desa dengan berbagai bahan dasar dari desa seperti rebung, aren dan kopi, salah satu yang sampai saat ini mulai dikenal dan dikembangkan oleh masyarakat sebagai usaha rumahan adalah Peyek Daun Kopi.

Peyek daun kopi saat ini telah menghiasi setiap pertemuan desa dan bahkan sudah diproduksi memenuhi pesanan masyarakat di luar desa yang penasaran ingin mencoba enaknya peyek daun kopi dan oleh-oleh tamu desa. Bagi pembaca yang belum pernah merasakan enaknya peyek daun kopi silahkan berkunjung ke Desa Batu Ampar atau dapat memesan di https://toko.batuampar.id